A Curious Art: The Evelyn Tables


WAW keren…..ini!!!!!

Chekhov was a doctor: Medicine, health, & creativity

A Curious Art: The Evelyn Tables

A Curious Art:
The Evelyn Tables

Four wooden boards,
bodies splayed out.
Engrained into knots;
Italian pine.

Spinal cord draped,
melted branches.
Soft varnished hard;
invisible ink.

Arteries glow red,
injected pigment.
Thickly voluptuous;
pulses bound.

Sympathetic starburst,
nervous system.
Innervate our organs;
liver and lung.

Veins hang limply,
cut the strings.
Movement arrested;
no return.

Evelyn’s tables,
Hunterian Museum.
Seeing wooden eyes;
ancient dead.

Copyright Eliot North 2014

View original post

Ironi


Negeriku adalah negeri tai

Mending tai sapi bisa buat pupuk padi

Tapi tainya adalah tai kecoa

Tiada guna bau kemana-mana

 

 

Bersak –sak  ocehan dan bertong- tong bunyi tak berarti

Berpuluh  polah dan berjuta langkah tak menjamah

Semakin kau robohkan semakin tinggi pagar beton

Semakin kau berteriak semakin numpuk kerak

 

 

Bicara pada manusia tiada sapa

Harta benda berlimpah tapi sampah

Matanya melihat tetapi gelap

Telinganya mendengar tetapi samar

Dibilang A kau sampaikan D

Ditanya C kau jawab E, muntir mlitir

Meminta saran kau anggap menghina

 

 

Bahasaku bahasamu, bahasamu bahasa langit

Makananku makananmu, makananmu makanan raja

Hasil bumiku adalah hasil bumimu, hasil bumimu kau gadaikan

Airku juga airmu, tapi airmu kau komersilkan

Bagaimana kupercayakan kepadamu

Sementara kamu selalu begitu, begitu selalu

 

 

AS/14/13

Mencari…


Mencari kata dalam segudang cerita

Membolak balik kalimat dari deret kamar paragraf

Mencari  informasi tersembunyi dalam bisu

Mencoba  memahami makna yang tersirat dalam ruang

 

 

Terkadang sinyal itu tak sampai

Terkadang sinyal itu hilang

Terkadang sinyal itu kuat

Terkadang radarku tak fungsi

 

 

Warna….kemilau dirimu merona

Cahaya….silau sinarmu membara

Memahamimu adalah mutiara asa

Menggapaimu adalah impian nyata

Kuharap kau bukan fatamorgana

 

AS/14/12

Tiada Judul


Awan menghitam, petir menderu- deru

Langit menangis membasuh bumi

Menghijaulah rerumputan di padang hampa

Hanyutlah debu- debu penghias rona

Tumbuhlah wahai benih- benih kesucian

Mekarlah wahai bunga- bunga kebaikan

Harum dan mewangilah menghiasi ruang jiwa

 

 

Mengalir lembut dan hangat laksana lava

Mendobrak pintu- pintu kebutaan

Mengoyak meja- meja kerakusan

Membakar tirai- tirai ketulian

Menghanguskan gelas- gelas kedunguan

 

 

Memancar berpendar namun tak pudar

Berputar- putar menganyam spiral

Menghantam dinding pemikiran

dan mengendap dalam saraf- saraf kesadaran

 

 

Mata terpejam melihat bayang- bayang kepicikan

Menetes butir- butir mutiara hati

Bersimpuh merunduk dan mulai

Mengerti…..

 

AS/14/11